Negeri Van Oranje: Berpihak ke Siapa Cinta dan Hati Itu?

Peristiwa yang dialami lima orang sahabat dalam film Negeri Van Oranje (NVO) begitu melekat di kehidupan sehari-hari. Bohong jika tidak muncul rasa ingin memiliki lawan jenis yang cukup lama menjadi sahabat. Awalnya mungkin biasa saja. Namun, ada masa di mana salah seorang akan memperlakukan berbeda salah satu di antara dua, tiga, empat, atau lima orang sahabatnya. Itu juga dialami oleh Lintang (Tatjana Saphira) yang harus memilih di antara empat orang sahabat laki-lakinya.

Andai saya Lintang, memilih siapa yang cocok menjadi pasangan bukanlah perkara sulit. Toh cuma Chicco Jerikho, Arifin Putra, Abimana Aryasatya, dan Ge Pamungkas.

Kalau butuh pelindung ada Banjar (Arifin Putra) yang rela ‘mati’ demi melindungi sang pujaan hati. Anak Kalimantan berhati Rinto yang ternyata seorang Rambo juga tahu cara sederhana membahagiakan perempuan yang disukainya. Jika mencari yang pintar, anak baik-baik, dan humoris, pilih Daus (Ge Pamungkas), keturunan Betawi asli dan juga seorang PNS yang bisa bikin orang terdekat selalu terpingkal-pingkal kapan dan di mana saja. Tak mau punya pasangan yang banyak omong tapi tahu bikin hati cewek meleleh, pacarin Wicak (Abimana). Atau butuh pasangan seperti Geri (Chicco Jerikho), jejaka Bandung nan tampan yang selalu ada setiap kali dibutuhkan. Dada bidang tentu enak jadi sandaran. Nangis di dekapannya membuat perasaan ini lebih plong.

Mau iri sama Lintang? Silahkan saja 😆

Saya mesem-mesem nggak jelas sepanjang menyaksikan film Negeri Van Oranje. Film arahan Endri Pelita bikin saya mupeng. Sutradara film Cabe-cabean (2015) seperti mengajak penonton menikmati seluk beluk kota Belanda beserta tempat wisata dan memanfaatkan semua yang ada di sana dengan sangat amat baik. Tentu hal ini tidak lepas dari campur tangan seorang Yoyok Budi Santoso (DOP), yang hasil kerjanya dapat dilihat juga di film Haji Bacpakcer.

Poin penting selanjutnya, entah disengaja atau sebuah kebetulan, Endri telah menempatkan para tokoh di sebuah kota sesuai karakter masing-masing. Seperti Leiden kota pelajar, Rotterdam yang begitu keras, dan Deen Hag yang merupakan kota nan elegan, yang hanya cocok ditempati orang-orang berduit.

Kerja keras Titien Wattimena juga patut diacungi empat jempol. Dialog, guyonan, dan celetukan di dalam film Negeri Van Oranje terdengar alami dan pas. Termasuk kalimat puitis, Titien tahu betul kapan, di mana, dan oleh siapa kalimat itu pantas diucapkan. “Cukup dengan satu kejadian, cukup satu,” terdengar biasa saja tapi bisa bikin penonton perempuan teriak so sweettt!. 

Sayang, film berdurasi 90 menit dengan alur maju mundur ini terlalu fokus menceritakan tentang persahabatan yang terjalin tanpa sengaja. Bermula dari sebatang rokok saat menunggu kereta yang tak kunjung datang akibat badai, lalu muncul sosok gadis cantik yang membuat Geri, Wicak, Daus, dan Banjar terkesima pada pandangan pertama. Sampai saat mereka berlibur di kota Praha.

Endri dan tim mungkin lupa ada ada objek yang diperebutkan. Tak terlihat adanya konflik ketika mereka bersaing mendapatkan hati si penyambung utama tersebut.

Wicak, Banjar, Lintang, dan Daus dalam film Negeri Van Oranje (sumber: Bintang.com)

Meski begitu, film Negeri Van Oranje adalah bukti telah terjadi peningkatan kualitas dua orang yang berbeda. Sang Sutradara Endri Pelita dan Tatjana Saphira.

Seingat saya Endri Pelita tidak berhasil membawa film Cabe-cabean ke dalam jajaran film Box Office Indonesia. Padahal ada nama Yuki Kato sebagai pemeran utama. Di film Negeri Van Oranje, Endri berhasil membuat dirinya naik kelas, yang tak pantas dipandang sebelah mata.

Sedangkan Tatjana Saphira, berperan dengan sangat baik, dan berhasil mengimbangi akting empat orang aktor dengan jam terbang yang sudah sangat tinggi. Wait, kecuali Ge Pamungkas. Sebetulnya, peningkatan sudah terlihat saat Tatjana dipasangkan dengan Al Ghazali dalam film Runaway, meski sedikit terlihat kaku saat memerankan sosok Dara dalam drama musikal Stereo di NET TV.

Begitu juga kualitas akting pemeran utama cowok. Falcon Pictures memilih pemain yang tepat. Karakter di dalam novel laris karya Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, dan Rizky Pandu Permana dimainkan dengan sangat bagus oleh mereka. Baik Chicco Jerikho, Arifin Putra, Abimana, dan Ge Pamungkas berakting sesuai porsi yang sudah ditentukan.

Justru bikin saya kaget, seorang Arifin Putra yang selama ini kerap berperan sebagai cowok kalem, ambisius, dan misterius, di film Negeri Van Oranje menjadi sosok humoris dan konyol yang mampu mengocok perut penonton. Beruntung ada Ge Pamungkas yang mampu mengimbanginya.

Tak perlu khawatir, meski potongan puzzle tidak tersusun sempurna, film Negeri Van Oranje layak ditonton. Terlebih bagi siapa saja yang ingin meneruskan pendidikan di sana.

Ngomong-ngomong, berapa biaya yang harus dikeluarkan jika menikah di sana? Eh, maksudnya kuliah di sana?

Advertisements

One thought on “Negeri Van Oranje: Berpihak ke Siapa Cinta dan Hati Itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s